Memahami Pengertian Buy Limit Order dan Buy Stop serta Perbedaannya

Bagi seorang trader pemula, penting untuk memahami apa itu limit order. Bukan hanya itu, Anda juga harus memahami buy stop. Sebab istilah ini mempunyai kaitan erat dengan pending order yang umumnya diterapkan dalam aplikasi trading atau broker. Opsi ini biasanya dilakukan oleh trader yang ingin menunda order eksekusi saat itu juga.

Pada saat melakukan trading, ada banyak istilah yang harus dipahami oleh trader. Untuk Anda yang masih pemula, hal ini pastinya akan sedikit sulit untuk dipahami. Namun sebelum melakukan trading, penting sekali untuk memahami berbagai istilah tersebut. Oleh karena itu, berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai buy limit order dan buy stop.

Apa Itu Limit Order?

Limit order umumnya dilakukan pada pasar valuta asing dan pasar berjangka. Namun kini, fitur ini tidak terbatas pada dua pasar tersebut. Bahkan, sekarang fitur ini sudah marak diperkenalkan pada platform investasi crypto.

Limit order dilakukan dengan membuka posisi tawar ketika membeli atau menjual pada angka tertentu pada range yang menguntungkan sesuai keinginan Anda. Jika Anda sudah menganalisis pergerakan harga, maka akan menemukan level support dan resistance yang mungkin ditembus pasar.

Jika harga komoditas atau valas Anda bisa bergerak lebih tinggi, maka bisa membuat order jual di level tersebut. Nantinya, aplikasi investasi Anda akan mengeksekusi tawaran Anda  ketika harganya mencapai level yang dimaksud.

Tanpa Anda harus menunggu di depan layar sampai momentumnya tiba, order Anda akan dieksekusi sesuai dengan keyakinan Anda sendiri. Jika ternyata perkiraanmu meleset, tentu saja aplikasi tidak jadi mengeksekusi transaksi ini.

Hanya saja, harga yang dieksekusi saat Anda menjual valas atau komoditas bisa lebih tinggi dari perkiraan Anda atau tepat di level itu. Begitupun saat Anda akan membeli, aplikasinya bisa diatur agar transaksimu dieksekusi pada level rendah sesuai perkiraan atau bahkan lebih rendah lagi.

Fitur ini memang dibuat untuk memudahkan Anda melakukan trading berdasarkan analisis yang baik tanpa harus kembali direpotkan dengan momentum. Jika Anda yakin harga bisa bergerak ke level yang lebih menguntungkan, maka bisa tinggal mengaturnya dalam limit order lalu melanjutkan aktivitas dengan tenang.

Apa Itu Buy Stop?

Buy Stop adalah jenis perintah lanjutan yang bisa dieksekusi setelah harga yang ditetapkan tercapai dan kemudian diisi pada harga perdagangan terakhir. Pada metode ini diperlukan dua titik harga, yaitu stop price dan limit price.

Stop price merupakan harga awal yang sudah ditentukan untuk trading. Sedangkan limit price adalah harga di luar target untuk trading, maka ini bisa menjadi petunjuk untuk para trader dalam melakukan exit position.

Cara kerja buy stop hampir sama dengan limit order. Bedanya, perintah baru akan terpasang pada papan order ketika harga stop sudah berhasil dicapai, entah itu berubah ke posisi yang menguntungkan atau sebaliknya. Supaya Anda tidak bingung, berikut ini adalah contoh cara kerja buy stop.

Seorang trader membuat buy stop saat menjual 1 BTC dengan harga stop Rp590 juta dan harga limit Rp600 juta pada order book. Ketika harga BTC sudah menyentuh harga stop, order limit nantinya akan otomatis terpasang di harga yang sudah Anda tentukan. Order bisa diisi selama harga di bawah Rp600 juta, yang merupakan harga limit

Sama seperti fitur oder lainnya, tidak ada jaminan bahwa buy stop, sekali dipicu pesanannya dapat langsung diekseskusi. Di pasar dengan pergerakan yang cepat, harga stop sangat mungkin untuk dicapai. Walaupun begitu, juga ada potensi bahwa pasar bergerak melampaui harga order limit yang telah ditentukan, maka buy stop tidak terisi sama sekali.

Perbedaan Buy Limit dan Buy Stop

Secara umum keduanya memang jelas berbeda sebab perintah limit dan stop ada pada posisi berlawanan. Maka misalnya kita masuk dalam limit baik itu atau sell mereka baru akan bekerja saat mencapai limit tersebut.

Sementara perintah stop adalah order yang mana sebuah transaksi sudah terlaksana dan tinggal mencari titik hentinya saja. Jadi perbedaan keduanya ada dari waktu eksekusi dimana limit artinya akan sementara stop berarti sudah terjadi.

Dengan sedikit pemahaman dasar ini sepertinya Anda sudah mulai memahami seperti apa penggunaannya. Baik opsi pembatasan atau penghentian sendiri keduanya bisa digunakan untuk memudahkan transaksi serta sebagai pembeda buy limit dan buy stop.

Sampai di sini tentu Anda sudah bisa mengira bahwa penggunaan pembatasan dan penghentian memang berbeda. Keduanya hanya bisa digunakan secara bertolak belakang dalam sebuah transaksi mata uang tertentu.

Tidak bisa memasang keduanya dalam satu posisi sebab memang dari segi posisi juga berbeda antara buy limit dan buy stop. Buy limit sendiri umumnya dibuat pada saat market sedang bearish, sementara buy stop digunakan ketika bullish.

Dapat disimpulkan bahwa dalam dunia trading, terutama ketika berurusan dengan aset seperti crypto, memahami jenis order seperti buy limit dan buy stop sangat penting. Dengan pemahaman yang tepat, maka Anda bisa memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan resiko yang bisa terjadi.

Untuk Anda yang ingin berinvestasi crypto secara mudah, download PINTU sekarang! PT Pintu Kemana Saja dengan brand PINTU yang merupakan platform jual beli dan investasi aset crypto di Indonesia.

PINTU merupakan aplikasi crypto terbaik yang berfokus pada tampilan aplikasi yang intuitif, mudah digunakan, dengan konten edukasi in-app, terutama bagi investor crypto baru dan kasual.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mengupas Performa Unggul Daihatsu Rocky Dengan Mesin, Tenaga, dan Efisiensi Bahan Bakar
bagaimana mencegah terjadinya kredit bermasalah dan kerugian bank Next post Bagaimana Mencegah Terjadinya Kredit Bermasalah dan Kerugian Bank?