Kementerian ESDM: Lebih Gampang Menghemat Energi daripada Membuat Pembangkit

Pemerintah akan mendorong perilaku hemat energi kepada para generasi muda. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan, perilaku tersebut akan lebih mudah dilakukan ketimbang membangun pembangkit energi yang baru. "Lebih gampang menghemat energi daripada membuat pembangkit," jelas Dadan dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (6/6/2021).

Ia melanjutkan, budaya hemat energi diharapkan tumbuh dan mengakar kuat di kalangan milenial atau mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa dapat menjadi garda terdepan untuk menjadi duta dan pebisnis konservasi energi. Menurut Dadan, konservasi energi bisa menjadi lahan bisnis baru bagi para milenial Indonesia.

Apalagi isu lingkungan dan energi bersih telah mengemuka di kalangan masyarakat global. Hal ini ditandai dengan mulai maraknya startup yang beroperasi dalam meningkatkan penghematan energi baik itu pada rumah tangga maupun pada bangunan komersial. "Pendekatannya dilakukan melalui ilmu kekinian yang dipahami, didekati, dan dikuasai oleh para pemuda," sambungnya.

Berkembangnya bisnis bisnis baru energi bersih berbasis teknologi skala startup di dunia harus dijadikan peluang dalam membuka ruang kontribusi kepada milenial di sektor energi baru terbarukan. "Saatnya mempersiapkan generasi muda untuk mulai aktif berkontribusi mengembangkan EBT. Diharapkan generasi muda sudah mulai masuk (bisnis)," ungkap Dadan. Saat ini, Pemerintah tengah menyelaraskan regulasi baru berupa Peraturan Pemerintah mengenai konservasi energi sehingga diharapkan menciptakan pangsa pasar di Indonesia.

"Di Indonesia, potensi energy saving masih besar, sehingga potensi market untuk Energy Services Company (ESCO) masih besar," tegas Dadan. Pengembangan bisnis EBT di kalangan mahasiswa dinilai Dadan sebagai langkah yang cukup strategis. Untuk itu, pemerintah gencar melakukan sosialisasi langsung ke berbagai kampus. "Ini cara yang strategis bagi generasi muda untuk membuka market (EBT)," ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Sabtu 5 Juni 2021: Jakarta Barat hingga Bogor Hujan
Next post Satpol PP Semarang Tutup Gerai McD Gara-gara Peluncuran Menu Baru Picu Kerumunan dan Antrean Panjang